Cicie Kusumadewi

Home » 2008 » July

Monthly Archives: July 2008

Sebuah Pengorbanan

Siang tadi saya dan teman2 berkesempatan menghadiri syukuran pernikahan seorang kawan. Setelah menunggu bapak sopir sejenak, saya berangkat dari kantor beserta rombongan jam 13.00. Tapi… eit, ada yang ketinggalan. Anehnya yang ketinggalan ini bukan bingkisan, kado, bekal dan sejenisnya, tetapi…. orang. Yah… seorang kawan yang kbetulan belum hadir dengan sangat terpaksa ‘tertinggal’, karena beliau juga sulit dihubungi.

Sekeluar dari kantor, seorang kawan menelpon Si Dia yang tertinggal. Dalam perkiraan kami, Si Dia bakalan absen tidak ikut acara tersebut, karena memang lokasi acara cukup jauh dan di luar kota. Namun, feeling memang sering salah. Ternyata dengan bekal “Semangat 45”, Si Dia tetap berangkat dengan berkendara roda dua (motor).

Hampir 1,5jam perjalanan, kami hampir sampe lokasi, tiba2 telpon seorang kawan berdering. Wah ternyata Si Dia telpon. Dalam pembicaraannya, Si Dia berkata sudah hampir sampe, tapi masih bingung dengan arahnya. Dengan semangat “Kepahlawanan” kami, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu di depan kantor polisi (kelihatannya tempat ini adalah ancer2 terbaik). Namun ternyata setelah beberapa menit Si Dia belum juga muncul, akhirnya kami memutuskan untuk jalan duluan. Wah… ternyata rumit juga arah menuju lokasi. Sampai 3x kami harus berhenti untuk bertanya ke penduduk setempat. Dalam hati kami berpikir: “kita saja sulit, apalagi Si Dia nih…, jangan2 Si Dia sampai di lokasi, acara sudah bubaran”. Namun, tak lama kemudian, telpon seorang kawan berdering lagi. Kabar yang satu ini cukup mengejutkan, ternyata Si Dia sudah sampai di tempat lebih dulu ketimbang kami…..

Wah wah wah…. nampaknya Si Dia mengaplikasikan Metode MCDM untuk memilih alternatif-alternatif jalur terbaik berdasarkan kriteria tertentu. Kali ini saya salut dengan pengorbananmu kawan!!!!!

Skedar iseng [tidak usah dibaca]

Pagi tadi saya berkesempatan untuk mengikuti acara sharing ilmu antar jurusan. Nama kerennya “Technology Update”. Seorang kawan dari teknik mesin bercerita banyak tentang pembuatan robot. Tiba2 seorang kawan yang lain menyeletuk:

“Bisa dong dibuatkan robot untuk koreksi ujian mahasiswa”

Wah, ini memang ide cemerlang. Dalam hatiku yang paling dalam juga berkata:

“Bisa dong dibuatkan robot untuk koreksi DFD (Data Flow Diagram) tugas akhir (skripsi) mahasiswa”

DFD <==> permasalahan nan tak kunjung padam.

Petaka Fuzzy MCDM

Fuzzy MCDM (FMCDM), metode yang begitu populer untuk Tugas Akhir mahasiswa kami. Entah mengapa dalam 1 tahun terakhir ini, banyak mahasiswa memilih metode ini sebagai penyelesaian masalah penelitian mereka. Pada beberapa penelitian awal, mahasiswa lancar-lancar saja memahami metode ini. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, entah apa sebab, beberapa [bahkan hampir semua] bimbinganku menjadi “Salah Konsep” dengan metode ini. Lebih parah lagi, untuk mahasiswa yang jarang bimbingan, mereka sudah terlanjur membuat program aplikasinya. Kalau mereka saya tanya darimana sumber yang MALPRAKTIK ini, kebanyakan dari mereka menjawab: “melihat TA sebelumnya bu….”. Waduh, gawat ….

Secara umum MCDM bertujuan untuk memilih alternatif terbaik dati sekumpulan alternatif berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Fuzzy MCDM dapat dipahami sebagai MCDM dengan data fuzzy. Data fuzzy disini dapat terjadi pada data setiap alternatif pada setiap atribut atau tingkat kepentingan pada setiap kriteria.

Kriteria pada MCDM hanya memiliki 2 kategori, yaitu kategori benefit (keuntungan) atau kategori cost (biaya). Kategori benefit bersifat monoton naik, artinya untuk suatu kriteria tertentu, jika alternatif A memiliki nilai yang lebih besar daripada alternatif B, maka alternatif A akan lebih dipilih. Sebaliknya, pada kategori cost bersifat monoton turun, artinya untuk suatu kriteria tertentu, jika alternatif A memiliki nilai yang lebih kecil daripada alternatif B, maka alternatif A akan lebih dipilih.

Konsep yang sering SALAH pada mahasiswa adalah membagi kriteria menjadi beberapa himpunan. Misal: FMCDM untuk pembelian laptop dengan kriteria harga (C1), kapasitas harddisk (C2), kapasitas RAM (C3). Harga dibagi menjadi 3 himpunan: Murah, Sedang, Mahal. Kapasitas menjadi 3 himpunan: Kecil, Sedang, Besar. Masing2 dengan fungsi linear turun, segitiga, dan linear naik. (????).

Untuk kasus tersebut, jelas bahwa harga merupakan kriteria cost, sedangkan kapasitas merupakan kriteria benefit. Sehingga tidak tepat jika dalam satu kriteria dibagi-bagi dalam beberapa bagian yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Anggrek = Si Bunga Indah

Allah memang memberikan keadilan pada setiap ciptaannnya. Kalo puring memiliki daun yang sangat memukau, maka anggrek diciptakan dengan bunga yang sangat indah. Keindahan anggrek bisa bertahan sangat lama. Beberapa anggrek koleksiku bahkan bisa bertahan hingga lebih dari 2 bulan. Tak banyak anggrek yang berbau harum (meskipun ada pula yang berbau harum).

Bagi saya, merawat anggrek tidak terlalu sulit. Untuk media dari arang, cukup disiram sedikitnya 2 hari sekali di musim kemarau, dan 1 minggu sekali di musim hujan. Saya tidak pernah memberikan pupuk khusus untuk tanaman ini, hanya skedar disiram saja dengan “penuh kasih sayang”. Ibarat manusia, tanaman tidak cukup hanya dengan dikasih makan, namun perlu juga mendapat perhatian.

Alhamdulillah, anggrek koleksiku snantiasa berbuka, tidak mengenal musim. Allah memang senantiasa memberikan kesempurnaan pada setiap ciptaannya…..

Puring = Si Daun Indah

Puring = tanaman makam. Itu dulu, sekarang puring sudah menjadi alternatif pilihan tanaman hias. Bahkan harga jualnyapun sudah melambung tinggi. Aku termasuk penggemar puring. Sejak kecil, di halaman rumahku sudah ada tanaman indah ini. Maklum, saya dan ayah saya memiliki hobi yang sama: BERKEBUN.

Saat ini, aku memiliki 10 varian puring. Dari kesepuluh tersebut, hanya 1 yang aku dapatkan dengan merogoh kocek. Sebagian lainnya dari pemberian dari tetangga. Alhadulillah, tetanggaku memang baek2, setidaknya mau bagi2 tanaman. Sebagian yang lain pemberian dari “sang juru kunci”. Ketika sang juru kunci merapikan pepuringan di makam, dan limbahnya terbuang percuma, lebih baik aku manfaatkan.

Memang, indah sekali warna daun-daun puring ini. Subhanallah…..