Cicie Kusumadewi

Home » Uncategorized » KHADIJAH: The True Love Story of Muhammad

KHADIJAH: The True Love Story of Muhammad

Aku Cinta Indonesia …..

Wong ndeso yang cinta tanah air.

Blog Stats

  • 62,494 hits

Bermula dari sebuah taklim ibu-ibi di kampungku, seorang ustadzah sekilas menceritakan tentang Ibu Khadijah (istri Rasulullah SAW). Entah mengapa pada minggu-minggu terakhir ini aku juga merasa ingin mengenal lebih dalam tentang sosok Khadijah. Selama ini aku hanya mengenal sosok Khadijah dalam 3 karakter, yaitu: sebagai istri nabi Muhammad yang pertama; wanita pedagang yang cerdas dan kaya raya; serta menikah dengan usia yang jauh lebih tua dibanding dengan Muhammad. Tiga karakter yang memang “sangat sulit” bisa terjadi pada diri seorang wanita.

Hari itu, Sabtu 16 Agustus aku sempatkan mendatangi toko buku untuk mencari judul-judul buku tentang Khadijah. Ada beberapa pilihan, dan ternyata ada satu buku yang aku rasa paling cantik. Buku itu berjudul “Khadijah: The True Love Story of Muhammad”. Buku cantik bersampul putih dengan aksen merah muda ini cukup menggelitik. Berlabel “100% untuk wanita”, dengan tebal 363 halaman, karangan Abdul Mun’im Muhammad yang kemudian diterjemahkan oleh Ghozi M. Meskipun buku ini terjemahan, namun saya sama sekali tidak menemukan frasa kalimat yang tidak sambung (sulit dimengerti); tidak seperti kebanyakan buku terjemahan yang terkadang cukup sulit dimaknai. Butuh waktu sehari penuh untuk membaca buku tebal ini.

Secara garis besar buku ini terbagi dalam 3 bagian. Bagian pertama bercerita tentang pertemuan antara Khadijah dan Muhammad yang kemudian menjadi suaminya. Kedua, mengisahkan perjuangan Muhammad dalam syiar Islam, tentunya dengan dukungan Khadijah. Ketiga, keistimewaan Khadijah dan cerita sekitas tentang keturunan-keturunannya. Bagian pertama dan ketiga sebenarnya merupakan inti dari hebatnya Khadijah.

Bab 1 diawali dengan kekaguman Khadijah terhadap Muhammad. Menurut saya, pada badian ini sungguh sangat romantis. Kisah yang terkesan tidak dibuat-buat tentang seorang wanita yang mencintai laki-laki. Beberapa penggal kisah tersebut adalah:

“Khadijah juga mengamati gambaran fisik Muhammad. Cara ia berjalan menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Posturnya seimbang, tidak terlalupendek dan tidak terlalu tinggi, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus” [Halaman 9].

”Muhammad memiliki kening yang lebar, dagu yang lepas, dan leher yang jenjang. Dadanya bidang, matanya indah dan lebar dengan bola mata yang hitam pekat. Giginya yang putih cemerlang” [Halaman 10].

Pada bagian ini juga ditunjukkan bagaimana Khadijah merupakan wanita suci yang tidak mudah terpikat dengan laki-laki. Hingga pada akhirnya beliau betul-betul terpikat dengan pribadi Muhammad. Penggalan paragraf berikut menunjukkan hal tersebut:

”Agak mengherankan bahwa Khadijah memperhatikan semua itu. Ketampanan dan kegagahan Muhammad memang mampu memikat banyak orang. Tetapi, bukankah Khadijah memanggilnya untuk urusan bisnis? Tampaknya, Khadijah tertarik dengan pribadi pemuda ini. Alangkah lembutnya keindahan yang terpancar dari wajah Muhammad. Alangkah indahnya senyum tipis yang menghias wajahnya…..” [Halaman 10].

Namun demikian, Khadijah juga sempat tidak PD (percaya diri) ketika akan memutuskan untuk menjadikan Muhammad sebagai suaminya. Khadijah yang sudah sekian lama hidup sendiri dan mandiri secara sosial ekonomi harus meminang seorang pemuda. Bagaimana mungkin seorang wanita menikah dengan pemuda yang berusia 15 tahun lebih muda? [Hmm… tertarik dengan pemuda yang 1 atau 2 tahun lebih muda saja begitu sulit, apalagi ini belasan tahun …]. Penggalan paragraf berikut menunjukkan hal tersebut:

”Akan tetapi, Khadijah juga sempat ragu. Pantaskan ia menikah dengan Muhammad? Selama ini ia yakin bahwa ia harus menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Karena hal itulah ia menolak semua pinangan yang datang. Ia lebih memilih untuk hidup bersama anak-anaknya dan memusatkan perhatiannya dalam bidang perdagangan. Apa kata pemuka Quraisy jika mendengar Khadijah meminang seorang pemuda untuk dirinya sendiri?” [Halaman 15].

”Khadijah adalah wanita yang kaya, cantik, dan berstatus sosial tinggi. Ia masih memiliki pesona bagi banyak laki-laki. Di sisi lain, Muhammad bukanlah lelaki yang rakus dan gampang tergoda oleh hal-hal yang bersifat lahiriah. Tetapi, Khadijah tahu bahwa walau bagaimanapun, Muhammad tetaplah seorang pemuda. Adalah haknya untuk mencintai seorang gadis yang sebaya” [Halaman 16].

Akhirnya dengan bantuan Nafisah untuk melakukan pendekatan awal dengan Muhammad, Khadijah meminang sendiri Muhammad: ”Wahai anak pamanku, aku berhasrat untuk menikah denganmu atas dasar kekerabatan, kedudukanmu yang mulia, akhlakmu yang baik, integritas moralmu, dan kejujuran perkatanmu”.

Pasangan Muhammad dan Khadijah memang fenomenal. Bahkan, Aisyah sebagai istri nabi Muhammad yang paling muda dan cantik, hanya mencemburui Khadijah seorang. Bahkan nabi Muhammad hampir tidak pernah keluar rumah tanpa menyebut dan memuji Khadijah. Aisyah pernah bercerita: ”Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita sebesar rasa cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah sering menyebut dan mengingatnya……. Seperti tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah” [Halaman 314]. Dan Rasulullah pun menjawab: ”…. Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah…..”. Khadijah memang sangat istimewa dimata Rasullullah.

Buku ini memang sangat bagus, dan dapat menjadi alternatif pilihan untuk bingkisan bagi wanita tercinta…..

Advertisements

7 Comments

  1. Arwan says:

    Mudah2an saya bisa mempunyai teman seperti Khadijah. Amin

  2. Erna hudianti says:

    Assalamu’alaikum mbak.
    Wah aku makin kagum wae sama mbak ciciek lho..Dari pertama aku kenal dikuliah MIPA sampai sekarang tetap mengagumkan sederhana tapi hebat. Seneng banget dibulan yang penuh berkah ini dapat sesuatu yang lain mengenai sosok Nabi yang kita junjung dan hormati.

  3. Sekalian bu bikin review Aisyah : The True Beauty (bener gak ya jdulnya?)

  4. ummurifqi says:

    Pernah baca di sirah nabawi…
    tapi ga sedetail yang ini kayaknya…

  5. cicie says:

    @ Pak Arwan
    Amin juga…

    @ Dik Erna
    Masih ingat sama aku to…???? Hehehe…

    @ Strife
    Baru sempat lihat bukunya, tapi belum sempat baca…

    @ UmmuRifqi
    Karena saya kebanyakan waktu luang, maka jadi bisa mengomentari buku. Hehehe….

  6. Dedi Wahyudi,ST says:

    assalamualaikum..ahlan wa sahlan..

  7. Mudah-mudahan istri saya hatinya seperti khadijah… amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kalender Masehi

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Bincang-bincang

Silahkan tinggalkan pesan

Pesbuk

RSS Bicara tanpa suara

  • cicikusuma Menata hati, menata diri; tunjukkan hamba di jalan yg lurus, Ya Rabb...
  • cicikusuma pengin sekolah lagi, tapi sekolah apa ya...???
  • cicikusuma sedang mengagumi 2 sosok anak manusia yg cerdas & bertangungjawab
  • cicikusuma sedang belajar, mengejar ketinggalan & perkembangan
  • cicikusuma Ini musim hujan ato musim ngantuk ya...
  • cicikusuma ngantuk, tapi ini tugas musti selesai malem ini juga
  • cicikusuma memasuki Februari ceria
  • cicikusuma mengharapkan kehadiran 15 Shafar 1430H
  • cicikusuma ndengerin lagunya Kangen Band: "Kembali Pulang"
  • cicikusuma sedang memikirkan sesuatu yang "Tak Mungkin"