Cicie Kusumadewi

Start here

Aku Kembali

Ternyata sudah 5 tahun tidak membuka blog ini dan berganti dengan Facebook. saatnya kembali untuk berbagi lagi…

Welcome back BuCie.

 

Bu Cicie dan Facebook

fb

Facebook (FB)….Siapa yg ndak kenal dengan mainan yang satu nih. Sejak kemunculannya beberapa tahun terakhir, penggemarnya luar biasa…. (tentunya termasuk saya). Beberapa syair telah mengungkapkan kedekatan FB dengan diri pribadi, bahkan jauh lebih dekat ktimbang orang terdekat skalipun. Ada video clip tentang Ibu & Facebook. Ada juga milist tentang perselingkuhan istriku dengan BB dan FB. Fenomenal…..

Saya termasuk pengguna FB yang belum terlalu lama. Saya mulai mencoba mainan ini di akhir Januari 2009, gara2 tertarik dengan dosen yunior yang mulai kesengsem dengan mainan ini sebelumnya. Ternyata aksesnya sangat mudah. Dengan ’diracuni’ oleh seorang mantan mahasiswa, akhirnya saya mulai memaksimalkan hampir semua fitur yang disediakan oleh FB. Akhirnya sampai dengan detik ini saya sudah menghimpun sebanyak 1.075 friends di FB (wow…). Sebagian besar mereka adalah mahasiswa dan mantan mahasiswa. Selebihnya adalah kawan2 lama semasa kuliah, SMA, SMP, bahkan SD.

Di antara teman2 di kantor, saya termasuk yang paling sering bermain dengan FB. So… jika ada pembicaraan2 yang terkait dengan FB, pasti semua mata menuju ke arah saya…hahaha…..Setelah 3 bulan bersanding dengan FB, tentunya banyak kemanfaatan dan ketidakmanfaatan yang saya alami (sepertinya tulisan ini bakalan dipertimbangkan untuk menjadi acuan penelitian, hehehe… GR!!).

Ketidakmanfaatan:

1. Saya menjadi kurang produktif :((. Terus terang setiap kali buka lepti untuk mengerjakan aktivitas tertentu, perhatian ini langsung tertuju untuk mainan FB berikut chat via YM (untuk masalah chating, memang sudah sangat lama saya lakukan). Saya memang jarang sekali tampil invis di YM. Pada prinsipnya saya memang suka ngobrol (terutama dengan para mahasiswa dan kawan2) via YM daripada harus ketemu langsung ato telpon, hehehe…..

2. Jam tidur jadi berkurang :(( Sebelumnya saya selalu bobok malem tidak lewat dari jam 10. Namun dengan mainan ini (terutama conference OL via YM), saya jadi sering tidur sampai lebih dari jam 12 malem😀

3. Hobi menjadi terlewatkan :(( Dulunya setiap waktu luang saya suka merawat tanaman dan bersantai di luar rumah sehingga bisa bersilaturahmi dengan tetangga yg lewat di depan rumah, sekarang hal ini berkurang frekwensinya (meskipun tidak hilang sama sekali :D)

Keuntungannya

1. Bertemu dengan kawan2 lama, bahkan yang selama ini saya cari2 kesono kemari, akhirnya nemunya di FB🙂

2. Lebih care dengan anak2 didik (mahasiswa)🙂 Boleh dibilang, dengan sering berkomunikasi secara OL dengan mereka, saya merasa lebih ”mengenal” mereka. Terus terang akhir2 ini perhatian saya ke mereka semakin meningkat bahkan mungkin sampe 1000% :)). Ada kepuasan tersendiri mengenal mereka dengan segala suka dukanya yg ditulis via FB ato status YM (jelas gak mungkin bohong), ktimbang hanya mengajar di kelas😦. Via FB dan YM, mahasiswa bisa curhat dengan lebih terbuka ttg banyak hal. Melalui media ini, kami juga bisa berbagi ilmu yang terkadang muncul secara spontanitas.

3. Ktemu mantan2 mahasiswa…. Alhamdulillah, ternyata mereka banyak yang sukses🙂

4. Media refreshing. Banyak kuis ndak mutu yang ada di FB, dan cukup membuat gelak tawa saat mengikutinya…

5. Menghemat anggaran pulsa🙂 Karena melalui FB dan YM, jadwal bimbingan bisa diumumkan sewaktu-waktu. Sehingga SMS-SMS di pagi hari sudah mulai jarang kutemui…

I’tiraf

Sebuah pengakuan dari seorang HAMBA:

Ilahi lastu lilfirdausi ahlan, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainnaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….


Ya Allah… tidak layak aku masuk ke dalam surga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka terimalah taubatku dan ampuni dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa ….

Dzunubi mitslu a’daadir- rimaali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifah -timali


Dosaku banyak bagaikan butir pasir di pantai,
maka terimalah taubatku, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari,
sementara dosaku selalu bertambah, apa dayaku?

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataaka, muqirran bi dzunubi wa qad du’aaka
fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wa in tadrud faman narju siwaaka


Ya Allah… hamba-Mu penuh maksyiat, datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap ?

diambil dari: http://cepia.blogspot.com/2005/05/itiraf.html

Waktu

Waktu ini berlalu begitu cepat, bahkan sangat cepat.

Terkadang terasa bahwa aku tak melakukan banyak hal seiring dengan perjalanan waktu.

Rutinitas membuat kehidupan ini kurang bervariasi, hanya itu .. itu… dan itu saja.

Aahhhh, aku bosan!!! Terkadang kalimat itu muncul secara spontan, jujur dari lubuk hati terdalam, dan dibarengi dengan kondisi fisik yang melemah karna kecapaian…

Kebosanan terkadang membuat rasa syukur hanya sebatas ucapan smata, apalagi jika iman ini sedang mengalami masa surut…..

Agamaku mengajarkan semua hal ttg kehidupan ini.

Manusia tidak boleh cemas menghadapi hari esok.

Namun manusia tetaplah manusia, kecemasan terkadang selalu saja ada.

Kecemasan yang berlebihan adalah wujud dari ketidak-ikhlasan & rendahnya iman.

Tentunya aku harus meminimalisir kecemasan esok dengan membuat keputusan-keputusan cerdas di hari ini.

Kemesraan

by Iwan Falls

pacitan

Suatu hari dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang bermain diderunya air
Suara alam ini hangatkan jiwa kita
Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa tercurah saat itu

Kemesraan ini… janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini… inginku kenang selalu
Hatiku damai… jiwaku tentram disamping mu
Hatiku damai… jiwa ku tentram bersamamu

Sepenggal Asa di Ujung Waktu…

Sebaid ratap & doa dari sebatang pohon tua:

Wahai Sang Pencipta….

Siramkanlah air suciMu,

Untuk melebatkan daunku

Agar menjadi peneduh bagi jiwa2 yang bersandar….

Wahai Sang Pencipta….

Siramkanlah air suciMu,

Untuk mengokohkan batang & rantingku

Agar menjadi sandaran bagi jiwa2 yang akan melepas duka….

Wahai Sang Pencipta….

Siramkanlah air suciMu,

Untuk mengkokohkan akarku

Agar menguatkan diriku dan menopang ragaku….

Wahai Sang Maha Kaya….

Berikanlah keutuhan jiwa dan raga ini….

Kuatkanlah batin ini….

Tanamkankah kebaikan nan suci abadi

Hingga sampai penghujung waktuku….

Tak Ada yang Abadi…

Setiap diri menatap pagi, siapkanlah hati untuk menjemput malam…
Setiap diri merasa bahagia, siapkanlah hati untuk berduka…
Setiap diri merasa manisnya raga, siapkanlah hati untuk kepahitan jiwa…
Setiap diri merasa memiliki, siapkanlah hati untuk ditinggalkan…
Setiap diri merasa mengagumi, siapkanlah hati untuk dikecewakan…
Setiap diri merasa bisa memaknai, siapkanlah hati untuk menjadi bodoh…

Tak ada yang abadi…
Kuatkan diri dengan “Menata Hati” hanya untuk tunduk, ikhlas, syukur dan sabar di jalanNYA….